Lahir dari keluarga yang menjadikan perbedaan sebagai satu-satunya keniscayaan. I appriciate difference, dan terkadang I think life is all about differences. Seperti Ulil Abshar-Abdalla katakan dalam bukunya,"Menjadi Muslim Liberal", Perbedaan adalah suatu rahmat Allah. Ayah saya seorang Hindu sedangkan Ibu saya adalah seorang Muslim. Saya dibesarkan dengan dua buah kitab suci di sisi tempat tidur, Upanisad dan Al-Qur’an. Sehingga melihat keadaan dimana perbedaan menjadi alasan untuk suatu kebencian sangat menyedihkan hati.
Bhagavad Gita menuliskan; Achintya bheda, abheda Tattva "Sesungguhnya Tuhan bersatu di dalam perbedaan." God is an inscrutable unity in diversity. Di dalam Al-Qur’an dikatakan bahwa Tuhan adalah kebenaran, namun Tuhan memiliki prerogatif untuk memberikan kebenaran kepada siapapun yang Ia kehendaki, "Yu’til hikmata man yasya’ wa man yu’tal hikmata fa qad utiya khairan katsira" Itu mengapa Tuhan seolah-olah mengisyaratkan bahwa dimana Ia menanam kebijaksanaan adalah bagaian dari kemisteriusanNya. Oleh karena itu alangkah baiknya untuk selalu berusaha berlapang dada serta belajar kebijaksanaan dan kebenaraan dari manapun sumbernya selama ia mendekatkan kita pada kebaikan.
Sungguh menyejukan untuk bergumul dengan kata-kata milik Muhammad Iqbal, Ulil Abshar Abdalla, M. Arkoun, Ibn Rusyd, seperti yang dikatakan oleh Ulil
"Perbedaan adalah "berkah ilahiah" yang sudah semestinya dirayakan oleh umat manusia dan dikembangkan serta dipupuk untuk kemaslahatan mereka. Barangsiapa membenci perbedaan dan menjadikannya sebagai sarana untuk menebarkan kebencian, maka mereka itulah orang-orang yang tak mensyukuri rahmat dan nikmat Tuhan"
Semoga sepatah kata ini memiliki manfaat untuk anda, maaf apabila ada di dalam kata-kata ini menyinggung ideologi ataupun keyakinan anda. Seandainya saja perbedaan bisa kita hayati sebagai suatu nikmat, maka kita tidak perlu mengandaikan suatu surga di dunia akhirat, dengan sendirinya surga akan tercipta di bumi ini.
Kenikmatan tertinggi hidup selain bersama orang yang dikasihi adalah mengabadikan momen tersebut. Basically, I’m a totally family person, tidak ada yang lebih berharga selain dirumah dan bersama keluarga. Menulis puisi atau lagu tidak pernah jauh dari upaya untuk mengabadikan moment tersebut. That’s why, eversince I’m a little girl, menulis adalah satu-satunya cara untuk bercerita jujur. Terlepas ada yang membaca atau tidak
Akhir-akhir ini mencoba mengisi liburan dengan re-charge isi telinga dan jiwa dengan lagu-lagu baru. Listening to Yeah Yeah Yeahs (ada yang tahu? Band trio [indie] asal New York) awsome sounds! Back to basic rock n roll. Trus, The White Stripes, sumpah kalau denger 7 nation army langsung menari-nari ala hippie gitu
Tapi my ultimate hearing pleasure adalah JOHN MAYER!!!!!
singer/songwritter/undisputable brilliant musician!!! Kalau nonton live-nya John Mayer (yang super jenius main gitarnya) suka melamun melihat tangannya yang super duper deliciously indah!!! Tinggal 52 hari lagi album terbarunya CONTINUUM di release, fully anticipating
Kalau ada yang mau denger sampel lagu barunya John Mayer ‘Waiting on the world to change’ klik aja www.johnmayer.com/blog
Selain maniak buku, I’m a music addict. Truthfully I listen to almost everything. Di dalam tas, ngga pernah bawa bedak atau lipstik, isinya bukunya Noam Chomsky & I Pod/Discman hehehe.
Literally my brain won’t work without music :>