Jan
30
Filed Under (Philosophy) by sarasdewi on 30-01-2007

Skinny_model_1

Dear friends, may this help you.

 

 

Keindahan memang bagian dari obsesi manusia, khususnya bagi perempuan. Di blog sebelumnya, saya telah menguraikan bagaimana mitos mengenai kecantikan dapat dibongkar dan dibantah (.lih beauty and super powers). Bahwa standar dalam hukum kecantikan tidak mungkin diberlakukan, mengingat betapa kaya rayanya kecantikan perempuan yang mustahil distereotipikalkan.

 

 

Tema selanjutnya yang sangat menganggu dan erat hubungannya dengan standar kecantikan adalah ‘eating disorder’ atau kelainan sindroma dalam pola makan. Meski sesungguhnya aspek-aspek munculnya kecenderungan anorexia tidak saja berasal dari obsesi terhadap berat badan, tapi juga dapat berasal dari kondisi depresi berat, atau goncangan emosional. Namun khusus dalam pembahasan ini, akan diulas bagaimana media, produk maupun kultur berpengaruh besar dalam epidemic anorexia yang semakin meluas ini.

 

 

Media dapat dikatakan sebagai faktor utama yang menyebabkan pesatnya pertumbuhan penyakit ini khususnya pada perempuan berusia 15-25 tahun, di Amerika sendiri statistik menunjukan keseriusan penyakit ini yang  berujung pada malnutrisi bahkan kematian. Penayangan model-model yang bertubuh kurus, dan majalah-majalah yang menyarankan diet-diet khusus untuk menurunkan berat badan sungguh-sungguh mengancam stabilitas mental dan tubuh remaja perempuan di dunia ini. Propaganda semacam ini semakin menanamkan bahwa kecantikan yang ideal adalah bertubuh kurus, sementara proses menuju kecantikan semacam ini seringkali membahayakan kondisi kesehatan seseorang.

 

 

40 dokter dari King’s College London mengeluarkan statemen bahwa ada hubungan sebab akibat dari fenomena anorexia dengan dunia fashion, dimana tubuh perempuan yang dipertontonkan merujuk pada berat badan yang tidak realistis. Keputusan lembaga fashion di Milan untuk melarang model yang terlampau kurus untuk berjalan di catwalk disambut hangat oleh banyak pihak. Apalagi setelah insiden kematian model berusia 18 tahun asal Brasil bernama Anna Carolina Reston), yang disebabkan oleh anorexia akut.

(.lih http://observer.guardian.co.uk/magazine/story/0,,1987928,00.html)

 

 

Anorexia nervosa dapat terjadi karena rata-rata remaja perempuan merasa rendah diri akan bentuk tubuh mereka. Penderita anorexic seringkali menderita pula Bulimia Nervosa, yakni kebiasaan memuntahkan makanan setiap setelah makan. Dimana kebiasaan bulimic dapat menyebabkan komplikasi pada lambung, lever, dan tekanan darah.

 

 

Segala instruksi-instruksi kecantikan di majalah maupun di ‘fashion runways’ memaksa perempuan menjadi budak kecantikan. Apapun akan dilakukan dan dikorbankan demi kecantikan, diet berlebihan, obat pelangsing, olah raga yang eksesif, operasi plastik dll. Padahal rumus menjadi cantik sangat sederhana, yaitu, banggalah terhadap tubuhmu, hargai tubuhmu and just be healthy. Diluar dari itu hanya omong kosong para kapitalis industri kecantikan, mereka hanya peduli menjual majalah dan produk-produk kecantikan. Don’t starve yourself, it’s not worth it.

 

 

To those who suffered from anorexia, I suggest you to seek help. Go to these websites, and treat yourself with the proper respect.

 

 

www.pursuit-of-perfection.com

www.familydoctor.org/063.xml

www.media-awareness.ca/english/issues/stereotyping/women_and_girls/women_beauty.cfm

www.wikipedia.org/wiki/Anorexia_Nervosa

atau baca literatur dari Michelle Heffner on Anorexia Workbook

Jan
23
Filed Under (Philosophy) by sarasdewi on 23-01-2007

Pengetahuan mensyaratkan tanggung jawab. Begitu juga dengan berfilsafat, bila anda pikir urusan berfisafat hanya berhenti di kelas berarti anda tidak sungguh-sungguh mengerti prasyarat untuk berfilsafat. Filsafat bukan retorika. Ia bukan alat untuk menggamangkan kebenaran, dan most certainly bukan alat untuk membenarkan kepalsuan. Simply, philosophy is the love for virtue. Selain itu banyak sekali individu-individu yang menguasai luar kepala teks-teks filsafat, tapi sama sekali tidak menghayati tanggung jawabnya. It is such a hypocricy,  you talk about equallity, goodness, and human rights but dalam kenyataannya masih menjalankan ‘banality’ of hatred and evil. Jadi, apapun yang anda katakan pada dasarnya menjadi abuse use of philosophical words. Filsafat itu sederhana, have faith on your speech, then practise it. Pada akhirnya yang terpenting adalah, apakah anda sudah menerapkannya ? Coz’ talk is easy.

Jan
05
Filed Under (Travel) by sarasdewi on 05-01-2007

How much I love my Stupas

Cimg1176 Dear friends, for 23 years of my life I’ve never seen Borobudur. I have been around this globe, but never ever set foot on the gorgeous Borobudur. Let me tell u, nothing (I mean NOTHING!) is more beautiful than Borobudur, (forget Eiffel Tower or Pisa Tower). Borobudur is perfect, philosophically and aesthetically, utterly incomparable!. When I saw the sun rised between the humming Stupas, for the first time I felt an incredible serenity. I laughed, I cried, I danced, I sang, I prayed, and then I danced some more (you would’ve though that I was a Maniac hehehe) I stayed for a week, in a hotel near Borobudur called Manohara, in the morning I woke up and saw Borobudur while writting a poem. In the afternoon I would stay for hours looking how gently the sun setting on my solace Borobudur. It was the perfect prologue for the new year. Now the sweet singing of the temple lingers in my heart, and still at night I dream about dancing in Borobudur :)
Happy New Year 2007 dear friends, tell me about ur New Year :)
Love yas.