Feb
10

Dimana Engkau Inspirasi?

Filed Under (My Stories) by sarasdewi on 10-02-2009

Beraspirasi untuk terus menjadi seorang filosof, saya banyak memikirkan mengenai hidup dan berbagai pernak-perniknya. Sesekali ketika saya benar-benar berada di dalam suatu rutinitas, saya kerap lupa, bahwa saya bernafas, dan menjalani peran di dalam kehidupan.Saya anggap kesibukan saya adalah dunia sesungguhnya, kekhawatiran saya tentang uang, sepatu, dan ehem, cara membeli tas Louis Vuitton terbaru, terkadang memang menyedot kemampuan filosofis saya.

Tapi saya jadi teringat di dalam paham Tiga Guna di dalam Hindu bahwa, suatu saat manusia butuh istirahat, sesekali kita diharuskan untuk menjadi tamas, bermalas-malasan di kursi dan melihat bagaimana senja jatuh di kaca jendela. Di kala hujan, di kala sakit, di kala writer’s block, saya punya kesempatan untuk memikirkan tentang apa hidup itu sesungguhnya, hidup tanpa kontaminasi Louis Vuitton dan nonton Info(tai)nment :)

Jadi berupaya memurnikan kemampuan reflektif saya, apa yang harus dilakukan? Jakarta terlampau penuh dengan kepenatan dan saut-sautan klakson metromini di depan rumah, hiks. Tapi penuh dengan determinasi, saya harus cari penyegaran jiwa, dengan minimum budget (nggak mungkin keluar kota dengan uang 34.000 rupiah kan?) So, berdua dengan seorang sahabat saya dibonceng dengan Vezpa keliling Jakarta di tengah malam.

Untuk para pencari inspirasi, Jakarta di malam hari lebih bersahabat di banding ketika siang, yang penuh kemacetan, polusi, kebisingan. Udara malam di Jakarta pada bulan Februari selalu sejuk. Entah kenapa saya bersama sahabat saya adalah seorang pecinta Circle K, setelah memutari Jakarta kita berhenti di kios Circle K di dekat rumah dan membeli, kripik Lays, dan es krim.Sahabat saya nanya, “Udah dapet inspirasi”. Sambil menikmati es krim saya bilang, “udah mulai dateng ide-ide niy”

Menulis adalah berkah dan kutukan untuk saya. Ada masa dimana saya sangat mencintai menulis (seperti sekarang ini), tapi ada juga masa dimana saya benci menulis sampai muak liat alphabet, laptop, kertas, pulpen, lampu baca, hingga jari-jari saya sendiri (seperti malam-malam di Circle K itu) The Will to Write datang dan pergi secara misterius. Hingga detik ini saya masih berhutang beberapa manuskrip ke penerbit, maav yah… But, marilah kita bersuka ria, karena malam ini, tanpa harus berobat ke Circle K saya sedang bergairah untuk menulis!!!

Menjelang Valentine’s day dan Hari Raya Nyepi, order menulis menumpuk. Panggilan seminar juga mulai ramai, dari audiensnya yang remaja hingga pendeta juga ada… Yang terberat adalah menulis makalah atau hand out yang baik. Tentunya, saya tidak ingin mengecewakan para peserta seminar. Maka selama dua hari ini, pada siang hari saya mengurung diri di kamar. Duduk di depan laptop, membuka buku, dan riset di internet. Pada malam hari menjelang pukul sebelas, kaki saya akan mulai sakaw untuk menghampiri Circle K. Ajaib, 5 menit berada di Circle K, melewati baris-baris snack-nya, saya langsung kebanjiran ide, segera dengan tergopoh-gopoh saya meluncur pulang untuk mengetik.

Jadi teman-teman, jangan heran di suatu malam kita bersua, dan saya sedang menggunakan piyama dengan wajah yang bingung mencari inspirasi di Circle K. Kalau saya tersenyum, berarti inspirasi itu sudah datang, kalau masih berkerut dahi, maka butuh waktu lebih lama mondar-mandir di Circle K. Blog ini sekaligus menjadi permohonan maaf atas tersendat-sendatnya posting blog di friendster saya. Hiks.. banyak yang protes di inbox mail saya, maaf yah…

Jadi teman-teman, pernah stuck dalam mencari inspirasi???? Please share ide-ide kamu disini. Percayalah, komentar kamu benar-benar menjadi bacaan favorit saya.

Love you all,

Salam Sejahtera.



3 Comments Already, Leave Yours Too

Ade Putri on 16 February, 2009 at 3:29 am #
    

Sering kok stuck. Kalau kamu ke Circle K, aku biasanya bisa ke mana aja. Naik mobil, disetirin, terus buka jendela. Lihat2 kiri kanan, sedikit menghirup asap knalpot Metro Mini… Itu aja. Or else, tidur sebentar. Biasanya inspirasi suka ngumpet di balik mimpi :D


pe ka on 28 February, 2009 at 3:01 am #
    

ini saras dewi yang nyanyi lembayung bali yawwwww????

Pliss, jawab yaw…

CAH_APIK_BANGET@YAHOO.CO.ID


agnes on 2 March, 2009 at 8:23 am #
    

hi Kak…
apa kabar?
iya nih,kayaknya aku lom ngisi kode yang di bawah,
jadi gak masuk deh comment nya… hiks..

aku pernah kok kehilangan inspirasi…
huh paling sebel tuh…
apalagi kalau maw ujian trus mesti belajar
tapi ilham nya gak dateng2…
huh itu adalah saat2 paling gak enak…
hehehehehe
tapi biasanya kalo lagi stuck gitu, aku minta sodaraku anterin aku muter2 jakarta.. paling muter2 dari rumah ku di gading ke daerah kota,mandangin museum Fatahilah, monas..
hahahaha..
trus kalo masih gak dapet juga,
paling makan all you can eat…
hahahahaha
baru deh tu inspirasi datang… hahahahaha
oh iya, kalo enggak dengerin lagu2 nya bubble!!! so sexy yang satu itu,aduh…
hahahahahaha…
malah jadi ujung2nya ngayal sih.. berduaan ma bubble.. loh… hahahahaha
ok kak,
segitu dulu comment dari aku..
ntar panjang2 makin gak nyambung lagi…
hahahahaha…
take care ya..
Gbu


Post a Comment
Name:
Email:
Website:
Comments: